Screen

Profile

Layout

Direction

Menu Style

Cpanel

Info terkini

  • Gubernur Soekarwo Terima Wahana Tata Nugraha Wiratama 2011

  • Petugas Jembatan Timbang “Ngemel” Bakal Dipecat

  • Sarang Pungli, Jembatan Timbang Jadi Zona Integritas KPK

  • Pengusaha Otobus Gelar Aksi Keselamatan di Jalan

Transportasi Darat

  • PDF
Pembangunan sarana tranportasi sebagai jalur distribusi dan pemasaran mapun sebagai pembuka jalur perdagangan sangat diperlukan untuk dikembangan utamanya ada sektor jasa angkutan. Baik melaui darat,udara maupun laut.

Pengembangan potensi ekonomi wilayah selatan jawa timur dilakukan dengan dilakukan pengembangan darat,laut dan udara. Dalam hal penataan ruang diamanatkan pengembangunan prasarana dan sarana pendukung diharapkan mampu meningkatkan potensi wilayah dan sekaligus membuka ketorisoliran wilayah dalam mendorong percepatan pengembangan wilayah yang relatif tertinggal, seperti wilayah kepulauan dan bagian selatan jawa timur.

Transportasi jala merupaka media transportasi utama yang berperan penting dalam mendukung pembangunan nasional. Dan regional, serta mempunyai kontribusi terbesar dalam pangsa angkutan dibandingkan dengan moda lain.

A. Permasalahan

1) Masih tingginya pelanggaran muatan lebih di jalan yang mengakibatkan kerusakan sebelum umur teknis jalan,akibat belum optimalnya pengawasan melalui jembatan timbang karena keterbatasan fisik /peralatan. SDM dan sistem manajemen;terdapat pergeseran fungi jembatan timbang yang cenderung untuk menambah pendapatan asli daerah (PAD) bukan sebagai alat pengawasan muatan lebih.

2) Kondisi kualitas dan kuantitas sarana dan pelayanan angkutan umum yang masih terbatas, walau terjadi peningkatan ijin trayek angkutan umum (angkutan bus antar-kota antar-provinsi). Namus tingkat kelayakan armada umumnya masih rendah.

3) Masih tingginya jumlah dan fatalitas kecelakaan akibat rendahnya kedisiplinan pengguna jalan, rendahnya tingkat kelaikan armada, kurangnya rambu dan fasilitas keselamatan di jalan, dan rendahnya penegakan hukum peraturan lalu lintas, dan pendidikan berlalu lintas.

4) Rendahnya kelancaran angkutan jalan. Akibat terbatasnya perkembangan kapasitas prasarana jalan dibanading perkembangan armada jalan, kondisi sarana jalan yang rata-rata semakin menurun pelayanannya. Optimalisai penggunaan kapasitas jalan yang masih rendah, serta banyaknya daerah rawan kemacetan akibat penggunaan badan jalan untuk kegiatan sosial ekonomi, pasar parkir dan sebagainya. Sistem manajemen lalu lintas yang belum optimal.

5) Banyaknya pungutan dan retribusi di jalan yang membuat biaya angkutan di jalan belum efisiensi

6) Masih terbatasnya pengembangan SDM di bidang LLAJ, baik di tingkat regular maupun operator, belum optiomalnya pembinaan usaha angkutan serta pengembangan teknologi saran dan prasarana LLAJ yang lebih efesien dan ramah lingkungan.

7) Masih tingginya polusi udara dan suara, akibat kemacetan dan masih dominannya penggunaan lalu lintas kendaraan pribadi di jalan terutama di wilayah perkotaan.

8) Rendahnya kualitas dan kuantitas angkutan umum, terutama transportasi perkotaan, dan juga angkutan pedesaan.

B. SASARAN

Sasaran pembangunan transportasi lalu lintas angkutan jalan (LLAJ) yang ingi8n dicapai adalah :

1) Meningkatkan edisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas, yang ditandai dengan menurunnya jumlah pelanggaran lalu lintas, dan muatan lebih di jalan, sehingga dapat menurunkan kerugian ekonomi yang diakibatkannya.

2) Meningkatnya kekenaikan dan jumlah saran dan prasarana LLAJ

3) Menurunnya tingkat kecelakaan lalu lintas di jalan,serta meningkatnya kualitas pelayanan angkutan dalam hal ketertiban, keamanan dan kenyamanan transportasi jalan, terutama angkutan umum di perkotaan, pedesaan, dan antara –kota.

4) Meningkatnya keterpaduan antar-moda dan efisiensi dalam mendukung barang dan jasa, untuk mendukung perwujudan sistem nasional, regional, dan lokal.

5) Meningkatnya keterjangkauan pelayanan transportasi umum bagi msyarakat luas di perkotaan dan pedesaan, serta dukungan pelayanan transportasi jalan perintis di wilayah terkecil untuk mendukung pengembangan wilayah.

6) Meningkatnya peran serta swasta dan masyarakat dalam penyelenggaraan transportasi jalan (angkutan pekotaan, pedesaan, dan antarkota).

7) Meningkatnya penanganan dampak polusi udara,serta pengembangan teknologi sarana yng ramah lingkungan,terutama di wilayah perkotaan.

8) Meningkatnya profesionalisme suber manusia dalam perencanaan pebinaan dan penyelengaraan LLAJ.

9) Terwujudnya penyelengaraan angkutan perkotaan yang efisien berbasi masyarakat dan wilayah,andal dan ramah lingkungan,serta terjangkau.

10) Terwujudnya perencanaan transportasi perkotaan yang terpadu dengan pengeb=mbangan wilayah.

C. Arah Kebijakan

Untuk mewuudkan sasaran tersebut,pembangunan lalu lintas angkutan jalan (LLAJ) dilaksanakan dalam kerangka arrrah kebijakan :

1. Meningkatkan kondisi pelayanan prasarana jalan melalui penanganan dan penindakan jalan muatan lebih secara komprehensif, dan melibatkan berbagai instansi terkait.

2. Meningktkan keselamatan lalu lintas jalan secara konpre=hensif dan terpadu dari berbagai aspek(penceghan,pembinaan dan penegakan hukum, penanganan dampak kecelakaan dan daerah rawan kecelakaan,sistem informasikecelakaan lalu lintas dan kelaikan sarana , serta izin pengemudi di jalan.)

3. Meningkatkan kelancaran pelayanan angkutan jalan secara terpadu:penatana sistem jaringan dan terminal;manajemen lalu litas;pemasangan fasilitas dan rambu jalan;mendorong efesiensi transportasi barnag dan penumpang di jalan melalui deregulasi pungutan dan retribusi di jalan. Penataan jaringan dan ijin trayek;kerja serta antarlembaga pemerintah (pusat, provinsi, dan kabupaten/kota)

4. Meningkatkan aksesibilitas pelayanan kepada masyarakat, antara lain penyediaan palayanan angkutan perintis pada daerah-daerah terpencil.

5. Menata sistem transportasi sejalan dengan sistem transportasi nasional,regional dan lokal, antara lain melalui penyusunan Rancangan Umum Jaringan transportasi Jalan (RUJTJ).

6. Meninkatkan peran serta, investasi swasta dan masyarakat dalam penyelenggaraan transportasi, serta pembinaan terhadap operator dan pengusaha di bidang LLAJ

7. Meningkatkan profesionalisme SDM (petugas,disiplin operator dan pegguna jalan),meningkatkan kemampuan manajemen dan rekayasa lalu lintas, serta pembinaan teknik tentang pelayanan operasional transportasi.

8. Fertilisasi pengembangan transportasi yang berkelanjutan,terutama penggunaan tranportasi umum masal di perkotaan yang padat dan yang terjangkau dan efisien, berbasis masyarakat dan terpadu dengan penembangan wilayahnya.

Contact us

DINAS PERHUBUNGAN DAN LALULINTAS ANGKUTAN JALAN

PROVINSI JAWA TIMUR

Jl. Jenderal Ahmad Yani No. 268

Telpon (031) 8292276-8291530-8291633-8291380 Fax. (031)8292433

SURABAYA 60236